Subject
A subject is one of the two main parts of a sentence. The subject is sometimes called the naming
part of a sentence or clause.
The subject usually appears before the predicate to show (a) what the
sentence is about, or (b) who or what performs the action.
A subject may be one word or several words.
1. The subject
may be just a single word: a noun or a pronoun. In this first example, the proper noun Felix is
the subject of the sentence:
Felix laughed.
In
the next example, the personal pronoun he is
the subject:
He laughed.
2. The subject
may be a noun phrase, a word group made up of a head noun
and any modifiers, determiners (such
as the, a, her), and/or complements.
In this example, the subject is The first person in line:
The first person in line spoke to the television reporter.
In this example, the compound subject is Winnie and her
sister:
Winnie and her sister will sing at the recital this
evening.
Verb
A verb is the part of speech (or word class) that describes an action or occurrence or
indicates a state of being.
There are two main classes of verbs: (1) the large open class of lexical verbs (also known as main verbs or full
verbs, verbs that aren't dependent on other verbs) and (2) the small closed class of auxiliary
verbs (also called helping verbs). The two subtypes of
auxiliaries are the primary auxiliaries (be, have, and do), which can
also act as lexical verbs, and the modal
auxiliaries (can, could, may, might, must, ought, shall, should,
will, and would). Verbs and verb phrases usually function as predicates.
They can display differences in tense, mood, aspect, number, person,
and voice.
Example:
Across the
street a few people in their best clothes “walk” on the pavement past
the row of worn brick homes.
Complement
Complements are words that come after
linking verbs and modify nouns. The most common noun complements are adjectives and nouns, but can be many other parts of speech as well.
Examples of complements
1.
My sister is
a doctor.
2.
Tomomi is happy.
3.
The book is on
the table.
Modifier
A modifier is a word, phrase,
or clause that functions as an adjective or adverb to
provide additional information about another word or word group (called the head).
As illustrated below, modifiers in English include
adjectives, adverbs, demonstratives, possessive determiners, prepositional phrases, degree modifiers, and intensifiers. Modifiers that appear before the
head are called pre modifiers; modifiers
that appear after the head are called post modifiers. Modifiers
may be either restrictive (essential
to the meaning of a sentence) or nonrestrictive (additional
but not essential elements in a sentence).
1. Examples
of modifiers as adjectives
Lee caught a small mackerel.
(Here, the adjective small modifies
the noun mackerel.)
2. Examples
of modifiers as adverbs
Lee accidentally caught a small whelk.
(Here, the adverb accidentally modifies
the verb caught.)
Source:
Hello guys, my fullname is Muhammad Rafsanjani, you can call me Rafsa, I was born in Medan at 19 May 1995 now I'm 20 years old. I lived in Grand Depok City street anggrek 2 block B7.
The story of my education, I graduated from SDN Karanganyar Indramayu in 2007, after it I continued my school education in SMPN Unggulan Sindang Indramayu and graduated in 2010 and I choose SMAN 1 Sindang Indramayu and graduated in 2014. Now, I've been studied in gunadarma university faculty of economy.
I joined basketball club cause it is my hobby, beside play basketball I like to travel to anywhere i wanna go like beach or mount etc.
I wanna be a financial advisor in BUMN, cause I think I've some solution about it so that company have a better finance than before.
"Academic qualifications are important and so is financial education. They’re both important and schools are forgetting one of them" - robert kiyosaki
The story of my education, I graduated from SDN Karanganyar Indramayu in 2007, after it I continued my school education in SMPN Unggulan Sindang Indramayu and graduated in 2010 and I choose SMAN 1 Sindang Indramayu and graduated in 2014. Now, I've been studied in gunadarma university faculty of economy.
I joined basketball club cause it is my hobby, beside play basketball I like to travel to anywhere i wanna go like beach or mount etc.
I wanna be a financial advisor in BUMN, cause I think I've some solution about it so that company have a better finance than before.
"Academic qualifications are important and so is financial education. They’re both important and schools are forgetting one of them" - robert kiyosaki
Surat Menyurat
• Arti dan fungsi surat menyurat
Surat dapat didefinisikan dalam berbagai kalimat. Surat menurut Drs. I.G. Wursanto dalam bukunya Teknologi Perkantoran I, mengungkapkan tentang pengertian surat yang dapat diartikan dengan berbagai cara pula, antara lain :
1. Surat adalah helai kertas dalam bentuk ataupun dalam wujud apapun yang isinya berupa keterangan-keterangan tertulis untuk disampaikan kepada pihak lain yang membutuhkannya.
2. Surat merupakan media komunikasi secara tertulis guna disampaikan kepada pihak lain dalam rangka mendapatkan pengertian dan kerja sama antar kedua belah pihak.
3. Surat merupakan suatu pernyataan bahasa secara tertulis untuk menyampaikan suatu informasi maupun keterangan dari satu pihak kepada pihak lain.
Dari pengertian surat yang disampaikan Drs. I.G. Wursanto tersebut, dapat dikatakan bahwa ada dua pihak yang terlibat dalam surat, yakni si pengirim dan penerima. Jika dalam prosesnya terjadi hubungan terus-menerus dan berkesinambungan antara dua pihak yaitu pengirim dan penerima dengan saling berkirim surat, maka artinya terjadi kegiatan surat-menyurat atau koresponden.
Secara sederhana, surat-menyurat dapat diartikan sebagai suatu kegiatan pengendalian arus berita tertulis yang terjadi karena adanya suatu pencatatan, laporan atau keputusan yang memungkinkan terjadinya permintaan, pemberitahuan dan sebagainya.
Instansi swasta maupun pemerintah, serta organisasi adalah pihak – pihak yang paling banyak memanfaatkan surat dalam kegiatannya. Dalam ruang lingkup surat sebagai dokumen kantor, surat memiliki fungsi yang besar. Fungsi surat tersebut yakni :
1) Tanda bukti tertulis yang otentik
Surat dapat digunakan sebagai bukti apabila terjadi perselisihan antar kantor, instansi atau pun pejabat yang mengadakan hubungan korespondensi. Contohnya pada surat perjanjian.
2) Pedoman
Surat dapat dijadikan sebagai pedoman dalam melaksanakan suatu tugas / pekerjaan tertentu. Contohnya seperti surat tugas.
3) Alat pengingat atau berfikir
Surat juga dapat digunakan untuk mengetahui hal-hal yang telah terlupakan atau telah lama terjadi. Contohnya adalah surat yang telah diarsipkan.
4) Duta atau wakil penulis, pejabat atau organisasi pengirim surat
Surat sebagai wakil organisasi artinya surat dianggap sebagai mentalitas jiwa dan kondisi intern dari organisasi yang bersangkutan. Contohnya dapat dilihat pada penggunaan bahasa surat dan pengetikan surat.
5) Bukti historis
Surat dapat digunakan sebagai bahan riset / penelitian untuk mengetahui aktivitas suatu organisasi / perusahaan di masa yang lalu. Contohnya pada surat bukti-bukti transaksi
• Syarat surat
Secara garis besar suatu surat dapat dikatakan baik apabila memenuhi kriteria berikut ini:
a. Surat disusun dengan teknik penyusunan yang benar, yaitu:
- Penyusunan letak bagian-bagian surat (bentuk surat) tepat sesuai dengan aturan atau pedoman yang telah ditentukan.
- Pengetikan surat benar, jelas, bersih, dan rapi, dengan format yang menarik.
- Pemakaian kertas sesuai dengan ukuran umum.
b. Isi surat harus dinyatakan secara ringkas, jelas, dan eksplisit. Hal ini dimaksudkan agar penerima dapat memahami isi surat dengan cepat, tepat, tidak ragu-ragu dan pengirim pun memperoleh jawaban secara cepat sesuai yang dikehendaki.
c. Bahasa yang digunakan haruslah bahasa Indonesia yang benar atau baku, sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia, baik mengenai pemilihan kata, ejaan, bentuk kata, maupun kalimatnya. Selain itu, bahasa surat haruslah efektif. Bahasa surat juga harus wajar, logis, hemat kata, cermat dalam pemilihan kata, sopan, dan menarik. Nada surat harus hormat, sopan dan simpatik. Sedapat mungkin hindari pemakaian bahasa asing yang padanannya sudah ada dalam bahasa Indonesia.
• Bagian – bagian surat
1. Kepala Surat/ Kop Surat
Kepala surat atau yang bisa juga disebut dengan kop surat merupakan bagian teratas dalam sebuah surat. Fungsi penyertaan kepala surat tersebut tidak terlepas dari pemberian informasi mengenai nama, alamat, kegiatan dari lembaga tersebut serta juga bisa menjadi alat promosi. Bagian surat yang pertama ini berisi:
• Logo atau lambang dari sebuah instansi, lembaga, perusahaan atau organisasi,
• Nama instansi, lembaga, perusahaan, atau organisasi tersebut,
• Alamat instansi, lembaga, perusahaan, atau organisasi tersebut,
• Nomor telepon, kode pos, alamat email atau alamat web.
Biasanya setelah penulisan kepala surat atau kop surat terdapat sebuah garis horizontal pemisah yang memisahkan antara kepala surat dengan bagian-bagian surat yang lain seperti tempat dan tanggal pembuatan.
2. Tempat dan Tanggal Surat
Pencantuman tempat dan tanggal surat tersendiri ditujukan untuk memberikan informasi mengenai tempat dan tanggal penulisan surat tersebut. Untuk tempat biasanya tidak dicantumkan kembali jika tempat sudah ditulis di kepala surat yang berupa alamat instansi. Tapi bagi surat bukan resmi yang tidak memiliki kepala surat, wajib menuliskan tempat di bagian surat ke 2 ini.
3. Nomor Surat
Sebuah surat resmi yang mewakili sebuah lembaga, instansi, perusahaan atau organisasi biasanya menggunakan penomoran terhadap surat yang dikeluarkan atau yang diterima. Nomor surat biasanya meliputi nomor urut penulisan surat, kode surat, tanggal, bulan dan tahun penulisan surat. Penomoran surat tersebut berfungsi untuk:
• Memudahkan pengaturan, baik untuk penyimpanan maupun penemuannya kembali apabila diperlukan
• Mengetahui jumlah surat yang diterima dan yang dikeluarkan oleh organisasi, lembaga atau perusahaan
• Memudahkan pengklasifikasian surat berdasarkan isinya
• Penunjukan secara akurat sumber dalam hubungan surat menyurat.
4. Lampiran
Bagian lampiran merupakan bagian penjelas yang menginformasikan bahwa ada sejumlah berkas atau dokumen yang disertakan dalam surat tersebut. Jika tidak terdapat berkas atau dokumen yang dilampirkan, maka bagian lampiran bisa ditiadakan.
5. Hal
Pada bagian surat ke lima ini berisi hal atau perihal. Hal berfungsi memberikan petunjuk bagi pembaca mengenai pokok isi surat tersebut.
6. Alamat Dalam
Terdapat dua alamt yang dituliskan dalam surat, yaitu alamat luar (yang ditulis di sampul surat) dan alamat dalam (yang ditulis di dalam surat). Alamat yang dimaksud dalam bagian ini merupakan alamat dalam. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menulis alamat dalam ini, hal-hal tersebut adalah sebagai berikut:
• Kata "kepada" pada alamat dalam sebenarnya tidak harus ada. Kata "kepada" dirasa berlebihan karena sudah ada kata "YTH/ yang terhormat"
• Menggunakan kata "Yang terhormat" yang bisa disingkat menjadi "YTH"
• Menggunakan kata "Bapak", "Ibu" atau "Sdr" jika yang dituju adalah seseorang bukan nama instasi. Kata "Bapak, Ibu, Sdr" selalu ditulis dengan huruf kapital diawal kata dan diikuti oleh nama orang.
• Di setiap bari pada bagian alamat dalam tidak diakhiri oleh tanda titik.
• Menuliskan alamat orang atau lembaga yang dituju, lengkap lebih bagus
7. Salam Pembuka
Bagian surat yang ke 7 adalah salam pembuka yang berfungsi sebagai sapaan dalam surat. Salam pembuka ditulis dengan huruf kapital di awal dan diakhiri oleh tanda koma.
8. Isi Surat
• Pembuka
Pembuka merupakan alenia pertama yang berfungsi sebagai pengantar atau pendahuluan terhadap infomrasi yang disampaikan di alenia isi.
• Isi
Alenia isi berisi informasi yang akan disampaikan.
• Penutup
Sedangkan alenia penutup ini berisi ucapan terima kasih atau harapan dari penulis surat kepada pembaca surat.
9. Salam Penutup
Salam penutup merupakan penutup surat yang biasanya menggunakan kata: "Hormat saya, Hormat kami, Wassalam". Penulisan salam penutup tersebut seperti salam pembuka, diawali oleh huruf kapital dan diakhiri oleh tanda koma.
10. Nama Jelas Pengirim dan Tanda tangan
Setelah salam penutup, terdapat nama jelas pengirim surat beserta tanda tangannya.
11. Tembusan
Tembusan merupakan bagian surat yang menunjukkan pihak atau orang lain yang juga berhak mendapatkan surat tersebut.
• Contoh surat
Curriculum Vitae (CV)
Manfaat Curiculum Vitae
Manfaat curiculum vitae adalah menjelaskan keterangan diri, informasi diri, data diri dan sebagainya. Dengan CV, setiap orang yang membaca dan memeriksa CV seseorang akan dapat mengetahui dan menelaah setiap orang dari informasi diri yang telah diberikan, serta dapat memberikan gambaran seseorang melalui kegiatan – kegiatan atau dari spesifikasinya dalam pendidikan dan berorganisasi. Dengan kata lain manfaat CV menjelaskan kriteria diri dalam bentuk teks.
Susunan Curiculum Vitae
1. Data Pribadi
Bagian ini berisi nama, alamat, agama, email, nomor telepon dan identitas pribadi lainnya.
2. Pendidikan
Bagian ini menjelaskan latar belakang pendidikan dan berhubungan dengan pekerjaan yang dituju. Pada umumnya, banyak yang membuat CV menjelaskan dari TK (Pendidikan paling dasar), SD, SMP sampai perguruan tinggi (Pendidikan terakhir).
3. Pengalaman Kerja
Bagian ini adalah bagian yang paling dilihat oleh perekrut kerja. Pengalaman kerja memberikan gambaran apakah seorang kandidat sudah memiliki jam terbang yang cukup atau masih terbatas. Rekruter juga bisa menentukan apakah kandidat dapat segera menyesuaikan diri di organisasi yang baru atau apakah dia butuh penyesuaian yang panjang.
4. Skill Yang Dimiliki
Seharusnya pada bagian ini perlu dijelaskan dalam CV skill apa saja yang telah dimiliki sebagai proses belajar maupun pengalaman dari pekerjaan sebelumnya. Dan dibuat dalam bentuk yang meyakinkan dan informatif.
5. Training Yang Pernah Diikuti
Untuk lebih meyakinkan lagi, perlu memasukkan daftar training yang pernah diikuti sebelumnya untuk memberi gambaran sejauh mana pemilik CV telah berkembang dan wawasan apa saja yang sudah dimiliki.
6. Prestasi
Ini adalah bagian yang penting disamping pengalaman kerja yang menjelaskan keunikan, kelebihan dan presetasi sebagai individu sekaligus pencapaian di bidang tertentu.
7. Kegiatan Ekstrakurikuler/Kemasyarakatan
Selain hal-hal yang berhubungan langsung dengan pekerjaan. Pada CV juga perlu memberikan sedikit gambaran kegiatan yang dilakukan di masyarakat. Ini akan menunjukkan bahwa pemilik CV bisa membagi waktu dan memiliki hubungan sosial yang lebih luas, tidak hanya sebatas di lingkungan pekerjaan.
Isi Curiculum Vitae
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
*Data Pribadi
Nama :GhozianRahmanaPutra
Tempat, Tanggal Lahir : Jakarta, 22 Februari 1993
Jenis Kelamin : Laki-laki
Agama: Islam
Kewarganegaraan : Indonesia
Alamat : Perumahan Dukuh Zamrud Blok S 22/11 Rw 011/ Rt 06
Telepon : 021-82601111 (rumah)
081-210-210-189 (HP)
Gogo.rohmana@gmail.com
Golongan Darah : B
*Latarbelakang Pendidikan
Formal
1998 – 2004 : SDN Padurenan 6
2004 – 2007 : SMPN 26, Bekasi
2007 – 2010 : SMAN 9, Bekasi
2010 – 2014 : Universitas Gunadarma - Ilmu Komputer
Non Formal
2010 – 2011 : Kursus Komputer di Universitas Gunadarma
2011 – 2012 : Asisten LAB SI
2011 – 2013 : Kursus Bahasa Inggris di IEP
*Kemampuan
o Kemampuan Programing dan Sistem Analisis (Programing & Analist System) PHP & MYSQL, Java, Project Data Base, C++, Acounting, Sistem Administrator
o Kemampuan Komputer (MS Word, MS Excel, MS PowerPoint, MS Access, MS Outlook dan Internet)
*Pengalaman Kerja
o Praktek Kerja Lapangan:
Praktek Kerja di Oracle Indonesia, Jakarta
Periode : Januari 2013 - June 2014
Tujuan : Persyaratan kelulusan SMAN 9 Bekasi
Posisi : Operator Administrasi
Rincian Pekerjaan:
Mengupdate sistem keamanan
Mengatur jadwal pertemuan dengan konsumen
Menyiapkan surat-surat pernawaran untuk konsumen
Menyiapkan tagihan
Sumber : http://www.smksurat.com/2015/07/memahami-pengertian-peranan-dan-fungsi.html
http://arsipsuratku.blogspot.co.id/2013/10/syarat-penulisan-surat-yang-baik.html
http://www.zonasiswa.com/2014/01/bagian-bagian-surat-penjelasan-contoh.html
http://ghozianrahmanaputra.blogspot.co.id/2013/07/tugas-softskill-curriculum-vitae.html
• Arti dan fungsi surat menyurat
Surat dapat didefinisikan dalam berbagai kalimat. Surat menurut Drs. I.G. Wursanto dalam bukunya Teknologi Perkantoran I, mengungkapkan tentang pengertian surat yang dapat diartikan dengan berbagai cara pula, antara lain :
1. Surat adalah helai kertas dalam bentuk ataupun dalam wujud apapun yang isinya berupa keterangan-keterangan tertulis untuk disampaikan kepada pihak lain yang membutuhkannya.
2. Surat merupakan media komunikasi secara tertulis guna disampaikan kepada pihak lain dalam rangka mendapatkan pengertian dan kerja sama antar kedua belah pihak.
3. Surat merupakan suatu pernyataan bahasa secara tertulis untuk menyampaikan suatu informasi maupun keterangan dari satu pihak kepada pihak lain.
Dari pengertian surat yang disampaikan Drs. I.G. Wursanto tersebut, dapat dikatakan bahwa ada dua pihak yang terlibat dalam surat, yakni si pengirim dan penerima. Jika dalam prosesnya terjadi hubungan terus-menerus dan berkesinambungan antara dua pihak yaitu pengirim dan penerima dengan saling berkirim surat, maka artinya terjadi kegiatan surat-menyurat atau koresponden.
Secara sederhana, surat-menyurat dapat diartikan sebagai suatu kegiatan pengendalian arus berita tertulis yang terjadi karena adanya suatu pencatatan, laporan atau keputusan yang memungkinkan terjadinya permintaan, pemberitahuan dan sebagainya.
Instansi swasta maupun pemerintah, serta organisasi adalah pihak – pihak yang paling banyak memanfaatkan surat dalam kegiatannya. Dalam ruang lingkup surat sebagai dokumen kantor, surat memiliki fungsi yang besar. Fungsi surat tersebut yakni :
1) Tanda bukti tertulis yang otentik
Surat dapat digunakan sebagai bukti apabila terjadi perselisihan antar kantor, instansi atau pun pejabat yang mengadakan hubungan korespondensi. Contohnya pada surat perjanjian.
2) Pedoman
Surat dapat dijadikan sebagai pedoman dalam melaksanakan suatu tugas / pekerjaan tertentu. Contohnya seperti surat tugas.
3) Alat pengingat atau berfikir
Surat juga dapat digunakan untuk mengetahui hal-hal yang telah terlupakan atau telah lama terjadi. Contohnya adalah surat yang telah diarsipkan.
4) Duta atau wakil penulis, pejabat atau organisasi pengirim surat
Surat sebagai wakil organisasi artinya surat dianggap sebagai mentalitas jiwa dan kondisi intern dari organisasi yang bersangkutan. Contohnya dapat dilihat pada penggunaan bahasa surat dan pengetikan surat.
5) Bukti historis
Surat dapat digunakan sebagai bahan riset / penelitian untuk mengetahui aktivitas suatu organisasi / perusahaan di masa yang lalu. Contohnya pada surat bukti-bukti transaksi
• Syarat surat
Secara garis besar suatu surat dapat dikatakan baik apabila memenuhi kriteria berikut ini:
a. Surat disusun dengan teknik penyusunan yang benar, yaitu:
- Penyusunan letak bagian-bagian surat (bentuk surat) tepat sesuai dengan aturan atau pedoman yang telah ditentukan.
- Pengetikan surat benar, jelas, bersih, dan rapi, dengan format yang menarik.
- Pemakaian kertas sesuai dengan ukuran umum.
b. Isi surat harus dinyatakan secara ringkas, jelas, dan eksplisit. Hal ini dimaksudkan agar penerima dapat memahami isi surat dengan cepat, tepat, tidak ragu-ragu dan pengirim pun memperoleh jawaban secara cepat sesuai yang dikehendaki.
c. Bahasa yang digunakan haruslah bahasa Indonesia yang benar atau baku, sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia, baik mengenai pemilihan kata, ejaan, bentuk kata, maupun kalimatnya. Selain itu, bahasa surat haruslah efektif. Bahasa surat juga harus wajar, logis, hemat kata, cermat dalam pemilihan kata, sopan, dan menarik. Nada surat harus hormat, sopan dan simpatik. Sedapat mungkin hindari pemakaian bahasa asing yang padanannya sudah ada dalam bahasa Indonesia.
• Bagian – bagian surat
1. Kepala Surat/ Kop Surat
Kepala surat atau yang bisa juga disebut dengan kop surat merupakan bagian teratas dalam sebuah surat. Fungsi penyertaan kepala surat tersebut tidak terlepas dari pemberian informasi mengenai nama, alamat, kegiatan dari lembaga tersebut serta juga bisa menjadi alat promosi. Bagian surat yang pertama ini berisi:
• Logo atau lambang dari sebuah instansi, lembaga, perusahaan atau organisasi,
• Nama instansi, lembaga, perusahaan, atau organisasi tersebut,
• Alamat instansi, lembaga, perusahaan, atau organisasi tersebut,
• Nomor telepon, kode pos, alamat email atau alamat web.
Biasanya setelah penulisan kepala surat atau kop surat terdapat sebuah garis horizontal pemisah yang memisahkan antara kepala surat dengan bagian-bagian surat yang lain seperti tempat dan tanggal pembuatan.
2. Tempat dan Tanggal Surat
Pencantuman tempat dan tanggal surat tersendiri ditujukan untuk memberikan informasi mengenai tempat dan tanggal penulisan surat tersebut. Untuk tempat biasanya tidak dicantumkan kembali jika tempat sudah ditulis di kepala surat yang berupa alamat instansi. Tapi bagi surat bukan resmi yang tidak memiliki kepala surat, wajib menuliskan tempat di bagian surat ke 2 ini.
3. Nomor Surat
Sebuah surat resmi yang mewakili sebuah lembaga, instansi, perusahaan atau organisasi biasanya menggunakan penomoran terhadap surat yang dikeluarkan atau yang diterima. Nomor surat biasanya meliputi nomor urut penulisan surat, kode surat, tanggal, bulan dan tahun penulisan surat. Penomoran surat tersebut berfungsi untuk:
• Memudahkan pengaturan, baik untuk penyimpanan maupun penemuannya kembali apabila diperlukan
• Mengetahui jumlah surat yang diterima dan yang dikeluarkan oleh organisasi, lembaga atau perusahaan
• Memudahkan pengklasifikasian surat berdasarkan isinya
• Penunjukan secara akurat sumber dalam hubungan surat menyurat.
4. Lampiran
Bagian lampiran merupakan bagian penjelas yang menginformasikan bahwa ada sejumlah berkas atau dokumen yang disertakan dalam surat tersebut. Jika tidak terdapat berkas atau dokumen yang dilampirkan, maka bagian lampiran bisa ditiadakan.
5. Hal
Pada bagian surat ke lima ini berisi hal atau perihal. Hal berfungsi memberikan petunjuk bagi pembaca mengenai pokok isi surat tersebut.
6. Alamat Dalam
Terdapat dua alamt yang dituliskan dalam surat, yaitu alamat luar (yang ditulis di sampul surat) dan alamat dalam (yang ditulis di dalam surat). Alamat yang dimaksud dalam bagian ini merupakan alamat dalam. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menulis alamat dalam ini, hal-hal tersebut adalah sebagai berikut:
• Kata "kepada" pada alamat dalam sebenarnya tidak harus ada. Kata "kepada" dirasa berlebihan karena sudah ada kata "YTH/ yang terhormat"
• Menggunakan kata "Yang terhormat" yang bisa disingkat menjadi "YTH"
• Menggunakan kata "Bapak", "Ibu" atau "Sdr" jika yang dituju adalah seseorang bukan nama instasi. Kata "Bapak, Ibu, Sdr" selalu ditulis dengan huruf kapital diawal kata dan diikuti oleh nama orang.
• Di setiap bari pada bagian alamat dalam tidak diakhiri oleh tanda titik.
• Menuliskan alamat orang atau lembaga yang dituju, lengkap lebih bagus
7. Salam Pembuka
Bagian surat yang ke 7 adalah salam pembuka yang berfungsi sebagai sapaan dalam surat. Salam pembuka ditulis dengan huruf kapital di awal dan diakhiri oleh tanda koma.
8. Isi Surat
• Pembuka
Pembuka merupakan alenia pertama yang berfungsi sebagai pengantar atau pendahuluan terhadap infomrasi yang disampaikan di alenia isi.
• Isi
Alenia isi berisi informasi yang akan disampaikan.
• Penutup
Sedangkan alenia penutup ini berisi ucapan terima kasih atau harapan dari penulis surat kepada pembaca surat.
9. Salam Penutup
Salam penutup merupakan penutup surat yang biasanya menggunakan kata: "Hormat saya, Hormat kami, Wassalam". Penulisan salam penutup tersebut seperti salam pembuka, diawali oleh huruf kapital dan diakhiri oleh tanda koma.
10. Nama Jelas Pengirim dan Tanda tangan
Setelah salam penutup, terdapat nama jelas pengirim surat beserta tanda tangannya.
11. Tembusan
Tembusan merupakan bagian surat yang menunjukkan pihak atau orang lain yang juga berhak mendapatkan surat tersebut.
• Contoh surat
Curriculum Vitae (CV)
Manfaat Curiculum Vitae
Manfaat curiculum vitae adalah menjelaskan keterangan diri, informasi diri, data diri dan sebagainya. Dengan CV, setiap orang yang membaca dan memeriksa CV seseorang akan dapat mengetahui dan menelaah setiap orang dari informasi diri yang telah diberikan, serta dapat memberikan gambaran seseorang melalui kegiatan – kegiatan atau dari spesifikasinya dalam pendidikan dan berorganisasi. Dengan kata lain manfaat CV menjelaskan kriteria diri dalam bentuk teks.
Susunan Curiculum Vitae
1. Data Pribadi
Bagian ini berisi nama, alamat, agama, email, nomor telepon dan identitas pribadi lainnya.
2. Pendidikan
Bagian ini menjelaskan latar belakang pendidikan dan berhubungan dengan pekerjaan yang dituju. Pada umumnya, banyak yang membuat CV menjelaskan dari TK (Pendidikan paling dasar), SD, SMP sampai perguruan tinggi (Pendidikan terakhir).
3. Pengalaman Kerja
Bagian ini adalah bagian yang paling dilihat oleh perekrut kerja. Pengalaman kerja memberikan gambaran apakah seorang kandidat sudah memiliki jam terbang yang cukup atau masih terbatas. Rekruter juga bisa menentukan apakah kandidat dapat segera menyesuaikan diri di organisasi yang baru atau apakah dia butuh penyesuaian yang panjang.
4. Skill Yang Dimiliki
Seharusnya pada bagian ini perlu dijelaskan dalam CV skill apa saja yang telah dimiliki sebagai proses belajar maupun pengalaman dari pekerjaan sebelumnya. Dan dibuat dalam bentuk yang meyakinkan dan informatif.
5. Training Yang Pernah Diikuti
Untuk lebih meyakinkan lagi, perlu memasukkan daftar training yang pernah diikuti sebelumnya untuk memberi gambaran sejauh mana pemilik CV telah berkembang dan wawasan apa saja yang sudah dimiliki.
6. Prestasi
Ini adalah bagian yang penting disamping pengalaman kerja yang menjelaskan keunikan, kelebihan dan presetasi sebagai individu sekaligus pencapaian di bidang tertentu.
7. Kegiatan Ekstrakurikuler/Kemasyarakatan
Selain hal-hal yang berhubungan langsung dengan pekerjaan. Pada CV juga perlu memberikan sedikit gambaran kegiatan yang dilakukan di masyarakat. Ini akan menunjukkan bahwa pemilik CV bisa membagi waktu dan memiliki hubungan sosial yang lebih luas, tidak hanya sebatas di lingkungan pekerjaan.
Isi Curiculum Vitae
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
*Data Pribadi
Nama :GhozianRahmanaPutra
Tempat, Tanggal Lahir : Jakarta, 22 Februari 1993
Jenis Kelamin : Laki-laki
Agama: Islam
Kewarganegaraan : Indonesia
Alamat : Perumahan Dukuh Zamrud Blok S 22/11 Rw 011/ Rt 06
Telepon : 021-82601111 (rumah)
081-210-210-189 (HP)
Gogo.rohmana@gmail.com
Golongan Darah : B
*Latarbelakang Pendidikan
Formal
1998 – 2004 : SDN Padurenan 6
2004 – 2007 : SMPN 26, Bekasi
2007 – 2010 : SMAN 9, Bekasi
2010 – 2014 : Universitas Gunadarma - Ilmu Komputer
Non Formal
2010 – 2011 : Kursus Komputer di Universitas Gunadarma
2011 – 2012 : Asisten LAB SI
2011 – 2013 : Kursus Bahasa Inggris di IEP
*Kemampuan
o Kemampuan Programing dan Sistem Analisis (Programing & Analist System) PHP & MYSQL, Java, Project Data Base, C++, Acounting, Sistem Administrator
o Kemampuan Komputer (MS Word, MS Excel, MS PowerPoint, MS Access, MS Outlook dan Internet)
*Pengalaman Kerja
o Praktek Kerja Lapangan:
Praktek Kerja di Oracle Indonesia, Jakarta
Periode : Januari 2013 - June 2014
Tujuan : Persyaratan kelulusan SMAN 9 Bekasi
Posisi : Operator Administrasi
Rincian Pekerjaan:
Mengupdate sistem keamanan
Mengatur jadwal pertemuan dengan konsumen
Menyiapkan surat-surat pernawaran untuk konsumen
Menyiapkan tagihan
Sumber : http://www.smksurat.com/2015/07/memahami-pengertian-peranan-dan-fungsi.html
http://arsipsuratku.blogspot.co.id/2013/10/syarat-penulisan-surat-yang-baik.html
http://www.zonasiswa.com/2014/01/bagian-bagian-surat-penjelasan-contoh.html
http://ghozianrahmanaputra.blogspot.co.id/2013/07/tugas-softskill-curriculum-vitae.html
A. Pengertian Laporan
Laporan
adalah suatu cara komunikasi dimana penulis menyampaikan informasi kepada
seseorang atau suatu badan karena tanggung jawab yang dibebankan kepadanya.
Laporan
merupakan suatu jenis dokumen yang sangat bervariasi bentuknya dan sebab itu
sukar diberi suatu batasan pengertian yang jelas.
Laporan
merupakan unsur yang sangat penting, terutama dalam menyusun
kebijaksanaan-kebijaksanaan.
B. Jenis Laporan
1. Laporan Formal
Laporan
formal adalah laporan yang memenuhi persyaratan-persyaratan tertentu, nadanya
bersifat impersonal dan materinya disajikan seperti dalam suatu pola struktur
yang terdapat dalam buku-buku.
2. Laporan Non formal
Laporan
non formal adalah laporan yang tidak memenuhi beberapa unsur formal di atas.
Laporan ini bersifat pribadi yang disesuaikan dengan kepentingan penulisannya.
C.
Unsur-unsur
dalam menyusun Laporan
A.
Laporan Formal
Laporan
formal terdiri dari:
Bagian
Pendahuluan
Halaman
judul
Halaman
pengesahan (jika perlu)
Halaman
motto / semboyan (jika perlu)
Halaman
persembahan (jika perlu)
Kata
pengantar
Daftar
isi
Daftar
tabel (jika ada)
Daftara
gambar (jika ada)
Daftar
grafik (jika ada)
Abstrak
Bagian
Isi
Bab
I : Pendahuluan
1.1 Latar belakang
1.2 Identifikasi masalah
1.3 Pembatasan masalah / ruang lingkup penelitian
1.4 Rumusan masalah
1.5 Tujuan dan manfaat
Bab
II : Kajian pustaka
Bab
III : Metode penelitian
Bab
IV : Pembahasan
Bab
V : Penutup
Bagian
Penutup
Daftar
pustaka
Daftar
lampiran
Indeks
atau daftar istilah
B. Laporan Nonformal
1.
Laporan kunjungan, berisi :
a. Judul
laporan
b. Tujuan
c. Waktu
pelaksanaan
d. Hasil
yang diperoleh
2.
Laporan percobaan, berisi :
a. Judul
percobaan
b. Pelaksanaan
c. Urusan
kerja
d. Data
yang diperoleh
e. Kesimpulan
3.
Laporan diskusi, berisi :
a. Topik
b. Moderator
c. Penyaji
d. Jumlah
peserta
e. Masalah
yang dibicarakan
f.
Pemecahan masalah
g. Kesimpulan
Contoh Laporan formal
LAPORAN RAPAT KERJA TIM PENILAI
BUKU TEKS PELAJARAN SD, SMP, DAN
SMA/SMK
YANG DISELENGGARAKAN OLEH BSNP
A. Pendahuluan
Alhamdulillah SMP Islam Al
Azhar 1 mendapat kepercayaan dari Badan Standar Nasional Pendidikan untuk
mengirimkan 3 guru dalam menentukan Buku Teks Pelajaran yang layak digunakan
oleh sekolah mulai dari SD sampai SMA/SMK. Setelah kami mengirimkan curriculum
vitay, alhamdulillah kami memenuhi kriteria sebagai tim penilai buku teks
pelajaran.
Adapun yang ditetapkan
sebagai penilai buku teks pelajaran adalah Rujiman, S.Pd. (guru Bahasa
Indonesia), Farikhah Afidah, S.Pd. (guru IPA), dan Sunarmi, S.Pd. (guru IPS).
Kami bertiga mendapat kepercayaan untuk mengikuti Rapat Kerja Tim Penilai Buku
Teks Pelajaran SD, SMP, dan SMA/SMK yang dilaksanakan di Hotel Safari Garden
Bogor yang dilaksanakan pada tanggal 4 s.d. 9 Juni 2008.
B. NAMA KEGIATAN
Kegiatan ini diberi nama
Rapat Kerja Tim Penilai Buku Teks Pelajaran SD, SMP, dan SMA/SMK.
C. TUJUAN KEGIATAN
Tujuan kegiatan ini adalah :
1.
Menilai buku teks pelajaran yang diajukan oleh penerbit untuk
ditentukan kelayakannya.
2.
Menentukan jenis buku teks pelajaran yang memenuhi standar mutu
pendidikan
D. WAKTU DAN TEMPAT KEGIATAN
Kegiatan ini dilaksanakan
sesuai dengan rencana yaitu tanggal 4-9 Juni 2008 di Hotel Safari Garden Bogor.
Akan tetapi, karena berkat kerja keras dan
profesionalisme kinerja para guru, kegiatan itu berhasil diselesaikan
dalam waktu 4 hari.
E. PESERTA KEGIATAN
Peserta kegiatan terdiri
atas: 200 orang guru terdiri atas guru Bahasa Indonesia, IPA, IPS, Matematika,
PKn, Bahasa Inggris dari jenjang SD sampai SMA/SMK. Adapun guru – guru yang
diundang berasal dari sekolah-sekolah yang ada di propinsi DKI Jakarta, Banten,
dan Jawa Barat.
F. PELAKSANAAN KEGIATAN
Kegiatan Rapat Kerja Tim
Penilai Buku Teks Pelajaran dibuka jam 13.00 WIB dan dihadiri oleh 250 orang
guru yang terdiri atas guru Bahasa Indonesia, IPA, IPS, Matematika, dan PKn.
Selain itu hadir para dosen dan profesor yang ahli di bidangnya masing-masing
sebagai supervisor. Acara dibuka oleh Kepala BSNP menilai buku teks. Setiap
bidang studi perjenjang diarahkan oleh 2 supervisor. Setelah acara dibuka
dilanjutkan pembekalan atau penyajian materi tentang teknik menilai buku teks
dilanjutkan dengan pelatihan.
Pelatihan ini dimaksudkan
untuk mempersiapkan tenaga penilai yang mampu memahami kriteria teknis yang
terdapat dalam instrumen penilaian dan agar penilai memiliki kemampuan menilai
berdasarkan instrumen penilaian yang disusun oleh BSNP. Melalui pelatihan ini
diharapkan penilai dapat memiliki pemahaman yang sama terhadap butir-butir
instrumen penilaian buku teks pelajaran.
Kegiatan penilaian buku teks
pelajaran dilakukan secara bertahap dengan jadwal yang sangat ketat. Tahap I
jam 08.00 – 12.00 WIB, tahap II jam 14.00 – 17.00, dan tahap III jam 19.00 –
24.00 WIB. Setiap guru dikelompokkan berdasarkan mata pelajaran sesuai dengan
jenjang pendidikan masing-masing. Setiap mata pelajaran rata-rata ada 400 buku
dan 40 penilai yang terdiri atas dosen, ahli materi, guru, dan ahli grafika.
Apabila dalam penilaian
terdapat perbedaan nilai lebih dari 2 maka dilakukan moderasi, yaitu kedua
penilai guru dipertemukan untuk mempertanggungjawabkan hasil penilaiannya dan
menentukan kesepakatan untuk nilai buku tersebut. Adapun butir-butir
penilaiannya pun sangat kompleks sehingga kami dituntut ketelitian, kejelian,
penalaran, dan berbagai kriteria yang menuntut kerja keras.
G. HASIL KEGIATAN
Adapun hasil kegiatan Rapat
Kerja Penilai Buku Teks adalah sebagai berikut:
1.
Kami bertiga berhasil menyelesaikan penilaian buku sebanyak 44 buku
dengan rincian: Bahasa Indonesia SD kelas I-VI sebanyak 12 buku, IPA SD kelas I
– VI sebanyak 14 buku, dan IPS SD kelas I – VI sebanyak 18 buku.
2.
Memperoleh pengalaman yang berharga menjadi penilai buku sehingga dapat
memperkaya pengetahuan untuk menjadi penulis buku.
3.
Melakukan sharing penilaian buku berbagai jenjang pendidikan sehingga
dapat menentukan sistematika penyajian materi
pembelajaran mulai SD sampai SMA.
4.
Dapat menularkan pengetahuan dan pengalaman kepada guru-guru dalam
kegiatan MGMP sehingga dapat membantu menentukan kelayakan buku yang akan
digunakan secara seragam di SMP Islam Al Azhar.
5.
Mempromosikan Al Azhar sebagai lembaga pendidikan yang dapat
dibanggakan.
H. ANGGARAN BIAYA
Adapun anggaran biaya yang
dikeluarkan untuk kegiatan tersebut adalah biaya transportasi perjalanan
sebesar Rp 500.000,00 dengan rincian biaya penggantian bensin, tol, dan tip
sopir antar jemput. Hal ini dilakukan karena tidak ada kendaraan YPI yang bisa
digunakan untuk mengantar dan menjemput kami.
I. PENUTUP
Demikian laporan
pertanggungjawaban kegiatan ini kami sampaikan.
Panitia mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada Pimpinan SMP
Islam Al Azhar 1 dan YPI Al Azhar yang telah memberikan kepercayaan dan
dukungan sehingga kegiatan ini terlaksana dengan baik.
Sumber :
http://agungnunu.blogspot.sg/2013/05/tulisan-bahasa-indonesia-2-laporan.html